Sedikit Cerita tentang Mandi

Kebersihan sebagian dari Iman, dan mandi juga salah satu cara menjaga kebersihan tubuh. Di Indonesia kebanyakan orang mandi dua kali sehari, bahkan di musim hujan. Kebiasaan dua kali mandi sehari sudah di tanamkan saat kita duduk di bangku TK ataupun SD. Tapi bagaimana dengan cara orang mandi di zaman Mesir kuno? Jawabannya sama dengan zaman sekarang, dahulu mandi juga hal yang penting untuk di lakukan. Namun yang berbeda mungkin dahulu mandi di bak mandi sangat rumit, jadi mereka bisa mandi di bawah air terjun.

Orang di zaman Mesir Kuno, menggunakan pancuran buatan manusia untuk mandi, dan ini pertama kalinya manusia mandi di tempat yang memiliki privasi (atau zaman sekarang di sebut kamar mandi). Namun tidak semua orang bisa memilikinya. Ini biasanya dinikmati oleh orang kaya karena melibatkan budak-budak untuk menuangkan kendi air dari atas. Ada lukisan dinding di kuil dan bangunan yang menunjukkan bagaimana para pelayan memandikan ratu Mesir kuno dan anggota keluarga kerajaan. Penggalian rumah-rumah kaya di Thebes, El Lahun, dan Amarna menemukan kamar-kamar berlapis batu yang dilengkapi dengan lantai miring yang memungkinkan air mandi mengalir.

Mesir kuno mandi

Foto ini menggambarkan seorang wanita Mesir kuno mandi dengan bantuan pelayan wanitanya di Thebes, Mesir.

Orang Yunani kuno memiliki pancuran dalam ruangan di gimnasium yang mereka pasang melalui saluran air dan pipa ledeng. Orang Romawi kuno, seperti orang Yunani, juga mandi di pemandian mereka yang masih dapat ditemukan di sekitar Mediterania dan di Inggris modern.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi dan kebangkitan agama Kristen, pemandian umum tidak disukai, terutama pencampuran jenis kelamin karena mandi telanjang di depan lawan jenis menarik nafsu, yang menurut agama Kristen adalah dosa. Sementara pemandian umum tidak lagi digunakan pada abad pertengahan. Dari peristiwa ini, pembuatan sabun pertama kali menjadi perdagangan yang mapan. Apa yang hilang dari peristiwa ini adalah sistem air dan pembuangan limbah yang canggih yang dikembangkan oleh orang-orang Yunani dan Romawi, karena orang-orang kembali mandi di bak kayu.



Pemandian umum di Yunani kuno dengan laki-laki berdiri di bawah dua pancuran air yang berbentuk seperti kepala macan kumbang.

Pada abad ke-18, minat terhadap kebersihan tubuh mulai tumbuh sekali lagi, dipicu oleh kemajuan dalam bidang kedokteran dan epidemiologi. Tetapi mandi adalah proses yang lambat. Bak mandi besar dan membutuhkan banyak air untuk diisi, dan harus dipanaskan lalu dibawa ke kamar mandi dari dapur dengan menggunakan ember, sangat menguras banyak tenaga kerja.

Produsen kompor dan pemanas Inggris bernama William Feetham memutuskan untuk membuat alat untuk mempercepat masalah tadi. Dia menciptakan dan mematenkan pancuran mekanis pertama di dunia. Alatnya terdiri dari sebuah baskom, tempat untuk orang erdiri, dan sebuah tangki air yang menggantung. Orang yang akan mandi menggunakan pompa tangan untuk memompa air dari baskom ke tangki, dan kemudian menarik rantai untuk menyiram semua air pada saat yang sama di atas kepalanya. Proses penggunaannya diulang.

Penemuan Feetham gagal menghasilkan minat di kalangan bangsawan karena air akan menjadi lebih kotor dan lebih dingin setiap kali rantai ditarik. Mandi dengan air dingin dengan alat tersebut tidak menarik bagi orang kaya, yang terbiasa mandi di air panas di kamar mandi besar dan bak mandi yang luas. Meskipun demikian, shower Feetham adalah alat terbaik yang dimiliki orang selama lebih dari seabad untuk mandi.


Seorang pelayan mengisi bak mekanis seperti Feetham untuk tuannya. Bak mandi Feetham yang sebenarnya memiliki pompa yang dioperasikan dengan tangan.

Mandi dipopulerkan pada pertengahan abad ke-19 oleh seorang dokter Prancis Merry Delabost. Sebagai ahli bedah umum di penjara Bonne Nouvelle di Rouen, Delabost mengganti pemandian individu dengan mandi komunal wajib untuk digunakan oleh para tahanan, dengan alasan bahwa mereka lebih ekonomis dan higienis. Dia juga memandu pemasangan pancuran di barak tentara Prancis pada tahun 1870-an. Plumbing indoor telah meningkat, pada saat itu memungkinkan orang yang mandi berdiri bebas di aliri air yang mengalir. Bahkan rumah kelas menengah mulai memiliki air panas yang mengalir.

Pada tahun 1868, seorang pelukis Inggris bernama Benjamin Waddy Maughan menemukan pemanas air untuk pertama kalinya, yang tidak menggunakan bahan bakar padat. Sebaliknya, air dipanaskan menggunakan gas panas yang dihasilkan oleh burner. Sayangnya, Maughan lupa menambahkan ventilasi yang menyebabkan burnernya kadang meledak.

Desain Maughan diperbaiki oleh seorang insinyur mekanik Norwegia bernama Edwin Ruud, dan pada tahun 1889, pemanas air bertenaga gas, aman, otomatis yang pertama diciptakan, dan era baru mandi air hangat dimulai.

Edwin ruud


Edwin Ruud berdiri di samping pemanas air yang ia ciptakan. Di sebelah kanan adalah diagram yang menunjukkan bagian dalam pemanas air Ruud.

Sumber: Amusing Planet

0 Komentar