Meneladani Asmaul Husna Dalam Kehidupan (Materi PAI Kelas X SMA/SMK)

Meneladani Asmaul Husna Dalam Kehidupan (Materi PAI Kelas X SMA/SMK)

Pengertian Asmaulhusna

Asmaulhusna merupakan suatu istilah yang terkait dengan namanama Allah Swt. Asmaulhusna dalam bahasa Arab berasal dari kata alasma yang artinya nama yang merupakan bentuk jamak, dan al-isma dalah bentuk tunggalnya. Al-husna itu sendiri artinya ‘yang paling baik’. Secara istilah, arti dari Asmaulhusna adalah nama–nama Allah Swt yang terbaik atau terindah.


Lebih dari itu, Asmaulhusna ini tidak hanya mengacu pada nama-nama, melainkan juga mencakup sebutan, gelar, hingga sifat-sifat Allah Swt. Istilah Asmaulhusna ini dikenalkan oleh Allah melalui firman-Nya dalam Q.S. Thaha/20: 8 yang berbunyi:


اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى


Artinya: “Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai namanama yang terbaik”.


Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Swt. yang menurunkan al-Qur’an merupakan pencipta dan pemilik alam ini. Allah Maha Kuasa dan tempat manusia meminta. Untuk memanggil-Nya, Allah Swt. memiliki banyak nama. Semua nama itu baik karena menunjukkan kepada kesempurnaan-Nya, keperkasaan dan keagungan-Nya.


Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Allah Swt. memiliki 99 nama. Imam Bukhari meriwayatkkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw.


عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "للهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ اسمًا مِئةٌ إِلا وَاحَدِةً لا يَحْفَظُها أحَدٌ إلا دَخَلَ الجَنَّةَ، وهو وَتْرٌ يُحِبُّ الوَتْرَ


“Dari Abu Hurairah r.a. Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari)


Maksud kata menzikirkannya, “menghafalkannya” adalah menjaganya, memahaminya, menjadikannya doa, mengulang-ngulang dalam membacanya dan berusaha berakhlak dengannya, serta mengetahui makna-maknanya. Allah Swt. menamakan dirinya dengan nama-nama dalam Asmaulhusna.


Asmaulhusna merupakan taufiqiyyah, yaitu atas petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan berdasarkan penalaran manusia. Asmaulhusna merupakan sifat-sifatNya yang mulia dan bukanlah dzat-Nya.


Manusia tidak akan pernah mampu untuk memikirkan Dzat Allah Swt. Karena akal manusia memiliki kelemahan untuk mengetahui esensinya. Oleh karena itu, taklif yang dibebankan kepada manusia hanya sebatas menyucikan Allah Swt. dengan asma-asma-Nya. Allah Swt.


Adapun jumlah Asmaulhusna seluruhnya, secara pasti hanya Allah Swt. yang tahu. Di luar jumlah 99, ada yang berpendapat jumlahnya 100, 200, 1000, bahkan tidak terhitung karena begitu banyaknya. Sementara itu, jumlah yang 99 itu adalah asma yang termasyhur yang dikenal selama ini.



Dalil Naqli tentag Asmaulhusna


وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ


Artinya: “Dan Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.


قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا


“Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaulhusna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”


Pembagian Asmaulhusna ditinjau dari Maknanya


1. Asma-asma Allah yang menunjukkan sifat dzat Allah Swt. yang dimaksud adalah sifat yang harus ada pada Rabb dan sifat itu terus melekat pada diri Allah Swt. Sifat-sifat ini tidak terpisahkan dari dzat Allah Swt. dan ia tidak tergantung dengan kehendak Allah Swt. Asmaasma Allah Swt.

2. Asma-asma Allah Swt. yang menunjukkan sifat perbuatan (fi’liyah) Allah Swt. yang dimaksud adalah sifat yang terkait dengan kehendak Allah Swt. Jika Allah Swt. berkendak, Dia akan melakukannya. Sebaliknya, jika tidak berkehendak, maka Dia tidak melaksanakannya.

3. Asma-asma Allah Swt. yang menunjukkan kesucian dan kesakralan serta pembebasan Tuhan dari segala sifat kekurangan dan keburukan yang tidak pantas dan layak bagi keagungan, kesempurnaan, dan kemulianNya. 

4. Asma-asma Allah Swt. yang menunjukkan beberapa sifat, tetapi tidak menunjukkan makna tunggal.



Makna Asmaulhusna dan Implementasinya dalam Kehidupan

1. Al-Karim

Al Karim (Yang Maha Mulia) merupakan asma Allah Swt. yang terdapat dalam Asmaulhusna yang menghimpun makna segala bentuk kebaikan dan pujian yang tidak hanya dalam aspek pemberian semata karena aspek tersebut hanyalah salah satu bentuk kesempurnaan maknanya.


2. Al Mu’min

Al-Mu’min artinya ‘Allah Swt. Maha Pemberi Rasa Aman kepada semua makhluk-Nya’, terutama manusia. Keamanan dan rasa aman yang diperoleh manusia meru­pakan bukti kasih sayang dan kekuasaan Allah Swt. Manusia akan memperoleh ketenangan hati jika selalu ingat dan melaksanakan perintahperintah Allah Swt. Perasaan gelisah dan khawatir muncul akibat perbuatan dosa yang dilakukan manusia sendiri.


3.Al Wakil

Al-Wakil (Yang Mencukupi dan Menjamin) mengandung makna umum dan khusus. Allah Swt. menjamin rezeki dan urusan makan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Allah Swt. jugalah yang mengelola segala urusan alam semesta beserta pengaturannya.


4.Al-Matin

Al-Matin artinya ‘Dzat yang Sangat Kuat’. Adapun maknanya adalah Dzat yang memiliki kekuatan sempurna yang kemampuan dan kuasa-Nya mencapai puncak tertinggi. Tidak ada yang mengalahkan Dia, siapa pun, baik yang ada di bumi maupun di langit. Tidak ada penggerak di alam semesta ini, selain Allah.


5. AL Jami'

Al-Jami’ artinya ‘Yang Maha Penghimpun’. Maknanya adalah Dzat yang menyatukan segala sesuatu, dan tidak ada satu pun yang dapat mencerai beraikannya.


6. Al 'Adl

Al-‘Adl artinya ‘Yang Maha Adil’. Maknanya adalah bahwa Allah Swt. suci dan bersih dari berbuat zalim dan menentukan secara zalim. Dialah Dzat yang memberikan orang yang berhak sesuai dengan haknya. Dzat yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Tidak ada yang keluar dari-Nya selain keadilan.


7. Al Akhir

Al-Akhir artinya ‘Yang Terakhir’. Maknanya adalah Dzat yang kekal, Maha Sendiri tanpa akhir. Mahasuci Allah, tidak boleh bagiNya sifat fana. Dia Maha Akhir karena menfanakan makhlukNya dan Dia sendiri kekal setelah semua makhluk-Nya fana. Sifat al-Akhir milik Allah Swt. berarti kekekalan-Nya setelah berakhirnya segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang akhir selain Allah Swt. menjadi yang setelahnya.


Cara Menerapkan Asmaulhusna dalam Kehidupan

  1. mempelajari dan mengkajinya sehingga memiliki pengetahuan tentang Asmaulhusna. Dari sini kita mampu untuk mengenal Allah Swt.;
  2. mengusahakan dengan sekuat tenaga untuk menghafal asma-asma Allah Swt. yang terdapat dalam Asmaulhusna;
  3. menjadikan lafaz-lafaz Asmaulhusna sebagai bagian mengingat Allah Swt. dalam bentuk zikir setelah melakukan salat fardu dan bagian dari bacaan doa yang dilantukan seorang muslim
  4. menghafal ayat-ayat yang berkaitan dengan Asmaulhusna dan menjadikan hafalan tersebut sebagai bacaan ketika melaksanakan salat
  5. menerapkan perilaku akhlakulkarimah dengan meneladani asma-asma Allah yang terdapat dalam Asmaulhusna

Hikmah Menerapkan Asmaulhusna dalam Kehidupan.

  1. memperoleh keyakinan akan adanya rahmat, hidayah, taufik serta inayah dari Allah Swt.
  2. mendapatkan ganjaran berupa pahala sehingga terhindar dari siksa neraka dan memperoleh surga sesuai yang dijanjikan Allah Swt.;
  3. mendapatkan simpati banyak orang karena sudah memiliki pribadi yang berakhlakul karimah;
  4. mendatangkan manfaat bagi lingkungan baik lingkungan alam dan sosial;
  5. menumbuhkan sikap raja’, khauf, tawadhu, khusyu’, taubat, ikhlas, mahabbah, tawakal hanya kepada Allah Swt. serta sifat lainnya saat melaksanakan ibadah;

Asmaulhusna


1 komentar