Cina melarang PR berbasis aplikasi untuk menjaga kesehatan penglihatan siswa

11.16.00

Sebuah provinsi di Cina bagian timur mengeluarkan peraturan untuk melarang guru memberikan pekerjaan rumah dengan aplikasi smartphone, larangan ini sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan penglihatan mata siswa.

Siswa di cina melakukan tes mata

Seiring dengan pelarangan PR berbasis aplikasi, peraturan di Provinsi Zhejiang ini akan membatasi penggunaan perangkat elektronik hingga 30 persen dari total waktu mengajar dan sebaliknya mendorong siswa untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan tangan di atas kertas.

Banyak guru sekolah di China sangat bergantung pada aplikasi, memotret tugas pekerjaan rumah dan mengirimkannya kepada orang tua siswa, yang secara otomatis siswa harus menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dengan melihat layar ponsel.

Provinsi Zhejiang mengeluarkan rancangan peraturan pekan lalu dan sedang menjalani konsultasi publik. Dan daerah lain sedang mempertimbangkan tindakan serupa.

Tingkat kerusakkan mata yang melonjak di Cina sebagian disebabkan oleh penggunaan layar yang produktif.

Sementara itu penduduk yang mengalami miopia sebanyak 31 persen, 77 persen siswa sekolah menengah dan 80 persen mahasiswa memiliki kondisi mata tersebut.

Diharapkan aturan membatasi waktu melihat layar di sekolah akan menurunkan penderita tersebut.

Peraturan tersebut akan melarang siswa sekolah dasar dan menengah untuk membawa perangkat elektronik ke ruang kelas tanpa izin, membatasi jumlah pekerjaan rumah yang diberikan dan menambah waktu untuk istirahat, olahraga, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Dan juga tidak ada pekerjaan rumah tertulis yang harus diberikan kepada anak-anak di dua tahun pertama sekolah.

Otoritas pendidikan nasional telah mengeluarkan proposal untuk mencegah guru menggunakan aplikasi pesan WeChat atau QQ yang populer di China, untuk memberi pekerjaan rumah dan melarang mereka meminta orang tua untuk menyetujui pekerjaan anak-anak mereka.

Kementerian pendidikan China juga menyerukan hanya pekerjaan rumah kertas untuk siswa sekolah dasar dan menengah "pada prinsipnya."

Source: The Guardian

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.