12/19/2018

Kekayaan dan Kebodohan William Clark, Orang Terkaya di New York

Pada akhir abad ke 19 di kota New York, tepatnya di sebuah jalan yang dijuluki "Koloni Millionaire", berdiri sebuah rumah dengan ukiran rumit ala bangunan eropa, rumah tersebut milik pengusaha dan politisi kaya bernama William A. Clark.

Namun nama Clark di cap jelek pada saat itu, memilik makna "manusia busuk", "aib bagi bangsa Amerika". Karena dia mencoba menyuap jalannya ke Senat AS, dan skandal yang mengakibatkan memaksa negara untuk mengubah konstitusi. Sejak saat itu, semua senator AS dipilih oleh rakyat dan tidak dipilih oleh badan legislatif negara bagian masing-masing, seperti pada masa Clark. Clark akhirnya menjadi seorang senator pada pemilihan berikutnya, dan ia juga meninggal dengan menyandang salah satu orang Amerika terkaya yang pernah ada.

William clark's house

William A. Clark membuat kekayaannya terutama dengan penambangan tembaga, tetapi ia juga melakukan pekerjaan singkat sebagai konstruktor kereta api, seorang petani, seorang guru, seorang tentara, seorang penambang, pemotong kayu, pengendara ternak, toko kelontong, seorang bankir, taipan real estat, dan pengembang industri gula bit California selatan. Dia mengaku sukses dalam setiap usaha.

William Clark
William Clark

Clark tiba di New York pada tahun 1890-an, dan membeli sebidang tanah di sudut timur laut, Fifth dan 77th Street. Dia kemudian menugaskan perusahaan Lord New York City, Hewlett & Hull untuk membangun rumah terbaik yang pernah ada. Rumah itu membutuhkan waktu empat belas tahun untuk dibangun, ketika selesai pada tahun 1911, Rumah ini adalah salah satu rumah yang terbesar di kota New York.

Rumah Clark berdiri setinggi sembilan lantai dengan menara empat sisi yang spektakuler dengan lengkungan-lengkung ke dalam tiga tingkat di atasnya yang ditutupi oleh pergola terbuka, yang konon rumah ini terlihat dari hampir di setiap sudut Central Park. Rumah itu memiliki 121 kamar, termasuk 25 kamar tamu dengan pemandian masing-masing ruangan, 35 kamar pelayan dan sebuah perpustakaan Gothic yang panjangnya 90 kaki, dengan perapian berukir yang sangat besar. Semua kamar dihiasi secara mewah dengan permadani dan karya seni abad pertengahan. Di ruang sarapan, ada 170 panel berukir, dan semua ukiran berbeda.

Rumah itu menarik perhatian penduduk New York dan pers, dan hampir tidak ada yang menanggapinya dengan positif. Bahkan The New York Times menyebutnya "tumpukan granit," dan arsitek di mana-mana membencinya. Rupanya, dekorasi dan hiasan Perancis yang mahal dan berseni, di mana Clark menghabiskan begitu banyak uang, sudah ketinggalan zaman. Akhirnya, rumah itu mendapat julukan "Clark's Folly" (Kepuasan Clark).

Rumah itu sendiri tidak berdiri lama. Setelah kematian Clark pada tahun 1925, istri dan putrinya menjual properti itu seharga $3 juta dan pindah ke sebuah apartemen di 907 Fifth Avenue. Pemilik baru menghancurkan rumah dua tahun kemudian dan membangun sebuah gedung apartemen mewah di situs tersebut. Rumah Clark, yang ia habiskan uang sebesar $ 7 juta (setara dengan sekitar $ 180 juta hari ini jika di rupiahkan sebesar Rp 2,58 Triliun), hanya berdiri kurang dari dua puluh tahun.





Sumber: Amusing Planet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UNDI LIFE © , All Rights Reserved.