Ukhuwwah Materi PAI Kelas X SMA/SMK Gratis PDF Presentasi

Ukhuwwah Materi PAI Kelas X SMA/SMK Gratis PDF Presentasi

Semua mukmin adalah Saudara. Inti dari persaudaraan (ukhuwwah) adalah adanya persamaan, semakin banyak persamaan di antara sesama, maka akan semakin kokoh jalinan persaudaraan di antara sesama manusia. Sementara itu, persaudaraan (ukhuwwah) dibagi tiga, yaitu:


  1. Ukhuwwah Islamiyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama memiliki persamaan agama dan keyakinan.
  2. Ukhuwwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama satu bangsa dan keterikatan keturunan tanpa membedakan suku, agama, warna kulit adat istiadat, budaya dan aspek-aspek lainnya.
  3. Ukhuwwah Insaniyah atau Basyariyah, yaitu persaudaraan karena samasama sebagai sesama manusia secara universal, tanpa membedakan ras, suku, bangsa, agama, warna kulit dan aspek-aspek lainnya.

Ketiga persaudaraan (ukhuwwah) tersebut harus dilaksanakan secara bersamaan, dan tidak boleh berdiri sendiri. Melaksanakan ketiga ukhuwwah tersebut secara bersamaan akan memperkuat tegaknya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan tenteram. Lebih dari itu Akan memunculkan solidaritas dan timbulnya kepedulian sosial di masyarakat. Sebagai sesama mukmin, maka kita harus mampu menjaga martabat dan kehormatan sesama mukmin.



اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. alHujurat/49: 10)

Asbabunnuzul Q.S. al-Hujurat/49: 10

“Anas r.a. berkata: “Dikatakan kepada Nabi Saw. “Sebaiknya Baginda menemui ‘Abdullah bin Ubay.” Maka Nabi Saw. menemuinya dengan menunggang keledai, sedangkan kaum muslim berangkat bersama Beliau dengan berjalan kaki melintasi tanah yang tandus. Ketika Nabi Saw. menemuinya, ia berkata: “Menjauhlah dariku, demi Allah, bau keledaimu menggangguku”. Maka berkatalah seseorang dari kaum Ans[har, di antara mereka: “Demi Allah, sungguh keledai Rasulullah Saw. lebih baik daripada kamu”, maka seseorang dari kaumnya marah demi membela ‘Abdullah bin Ubay dan ia mencelanya, sehingga marahlah setiap orang dari masing-masing kelompok. Saat itu kedua kelompok saling memukul dengan pelepah kurma, tangan, dan sandal. Kemudian sampai kepada kami bahwa telah turun ayat Q.S. al-Hujurat ayat 10 yang artinya ("jika dua kelompok dari kaum muslimin berperang maka damaikan keduanya”). (H.R. Bukhari)





Persaudaraan sesama mukmin harus selalu dijaga agar semakin kokoh. Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda :

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ (أخرجه البخاري

“Dari Abu Musa meriwayatkan dari Nabi Saw. Bahwa beliau bersabda: “kaum mukmin adalah bersaudara satu sama lain ibarat (bagian-bagian dari) suatu bangunan satu bagian memperkuat bagian lainnya.” dan beliau menyelipkan jari-jari disatu tangan dengan tangan yang lainnya agar kedua tangannya tergabung.” (H.R. Bukhari)


Adanya persaudaraan (ukhuwwah) yang kuat akan menjadikan kehidupan yang harmonis, diliputi rasa saling mencintai, saling menjaga perdamaian dan persatuan. Untuk memperkokoh persaudaraan (ukhuwwah) maka lakukanlah hal-hal berikut ini:

  1. Ta’aruf, saling mengenal antara umat Islam bukan hanya penampilan fisik namun juga tentang ide, gagasan dan lain sebagainya.
  2. Tafahum, dengan saling mengenal antara sesama umat Islam, maka akan timbul sikap berusaha untuk memahami saudaranya.
  3. Ta’awun, setelah saling memahami sudah terjalin, maka akan timbul sikap saling mendoakan dan saling menolong.
  4. Takaful, jika ketika sikap tersebut sudah terlaksana dengan baik maka akan timbul sikap senasib dan sepenanggungan seperti yang dicontohkan oleh sahabat-sahabat Anshar Madinah terhadap sahabat-sahabat Muhajirin dari Makkah.

Ukhuwwah islamiyyah merupakan konsekuensi dari iman. Hendaknya seorang muslim memiliki hati yang bersih dan menghindari sifat hasad ataupun iri terhadap kesuksesan orang lain. Sebaliknya harus merasa senang dan bahagia atas keberhasilan dan kesuksesan yang dicapai saudaranya. Kualitas iman yang dimiliki seorang muslim akan berdampak pada sikap dan perilaku sosial sesama muslim, misalnya tumbuhnya sikap tasamuh yaitu toleran dengan saling memahami, saling menghormati, saling menghargai dalam perbedaan, selama perbedaan tersebut masih bersifat furu’.


“Dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi.” (H.R. Muslim).


Hikmah Persaudaraan


Di antara hikmah menjaga persaudaraan (ukhuwwah) yaitu:
  1. menumbuhkan sikap saling memahami dan saling pengertian di antara sesama menumbuhkan sikap saling tolong-menolong,
  2. menumbuhkan sikap saling tolong-menolong
  3. menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai akan melahirkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa
  4. menimbulkan tenggang rasa dan tidak menzhalimi antara sesama.
  5. tercipta dan terjalinnya solidaritas yang kuat antara sesama muslim
  6. terbentuknya kerukunan hidup antara sesama warga masyarakat.


Menerapkan Perilaku Persaudaraan (ukhuwwah) untuk Meraih Hidup Bahagia

Persaudaraan sesama mukmin akan semakin kokoh dan terjaga dengan melakukan hal sebagai berikut:
  1. menghargai dan menghormati perbedaan pendapat dan pandangan hidup
  2. saling membantu apabila ada seorang muslim sedang mendapatkan kesulitan hidup
  3. mencintai sesama muslim hanya karena Allah Swt.
  4. memperlakukan saudaranya dengan baik, seperti memperlakukan dirinya


Berikut saya lampirkan file pdf presentasi materi Ukhuwwah Kelas 10 SMA/SMK. bisa di download secara gratis. semoga bermanfaat :)


2 komentar

  1. Sekarang apa-apa harus daring, kadang kurang maksimal buat silaturahmi, apalagi sedang PPKM.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang terpenting ada niatan dari diri kita untuk bersilaturahmi, dalam kondisi apapun dan dengan cara apapun. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Terimakasih sudah berkunjung

      Hapus