Makna Berimana Kepada Malaikat (Iman Kepada Malaikat PAI Kelas X)

Makna Berimana Kepada Malaikat (Iman Kepada Malaikat PAI Kelas X)

Iman Kepada Malaikat - Kualitas iman seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ketaatannya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Untuk dapat melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya dibutuhkan pemahaman terhadap ajaran Islam. Dari sini dapat dikatakan bahwa iman dan ilmu saling berkaitan dan mutlak adanya. Keimanan seseorang akan lebih mantap jika didasari dengan ilmu. Orang berilmu akan terhindar dari sifat sombong dan sifat tercela lainnya apabila ada iman di hatinya.


Keimanan akan menjadi energi pendorong untuk menuntut ilmu sehingga orang beriman dan berilmu menempati derajat tinggi dihadapan Allah Swt. Keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal saleh. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa keimanan, ilmu dan amal saleh merupakan modal untuk mencapai kehidupan bahagia di dunia hingga akhirat.

Beriman kepada malaikat


Keimanan akan tumbuh dan berkembang bila syariat Islam dilaksanakan dengan sepenuh hati. Enam rukun iman, salah satunya adalah iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. harus diamalkan dengan sepenuhnya guna memperoleh kesempurnaan iman.


Makna Beriman kepada Malaikat

Kata malaikat berasal dari bahasa Arab malak, jamaknya malaa’ikah. Kata malak berasal dari akar kata ‘alk atau ‘aluka yang artinya ‘risalah atau mengemban amanat’. Iman kepada malaikat memiliki empat unsur, yaitu:


Mengimani wujud dan penciptaan malaikat

Malaikat merupakan makhluk Allah Swt yang berasal dari alam gaib, yang tercipta dari cahaya atau nur, seperti sabda Rasulullah Saw.


Dari Aisyah r.a. Berkata Rasulullah Saw. bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian”. (H.R. Muslim)


Perihal wujudnya, al-Qur’an menjelaskan dalam Q.S. Fathir/35: 1 yang berbunyi:


الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلاً أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -١- 


Artinya: ”Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”


Dengan sayap-sayapnya tersebut, setiap malaikat memiliki kecepatan gerak yang luar biasa. Firman Allah Swt. dalam Q.S. al Ma’arij/70: 4 menjelaskan:


تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ -٤- 


Artinya: “Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”


Maksud dari ayat tersebut adalah bahwasanya para malaikat di antaranya malaikat Jibril apabila menghadap Allah Swt., ia memerlukan waktu satu hari, tetapi apabila yang melakukan manusia, maka diperlukan waktu selama lima puluh ribu tahun.


Antara malaikat dan manusia berbeda alam. Oleh karena itu, manusia tidak mampu menangkap wujud malaikat. Namun demikian, atas izin Allah Swt. malaikat dapat menjelma dalam sosok tertentu dan dapat dilihat oleh mereka yang dipilih oleh Allah Swt., yaitu para rasul, seperti dijelaskan dalam Q.S. Hud/11: 69-70 yang berbunyi:


وَلَقَدْ جَاءتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُـشْرَى قَالُواْ سَلاَماً قَالَ سَلاَمٌ فَمَا لَبِثَ أَن جَاء بِعِجْلٍ حَنِيذٍ -٦٩- فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لاَ تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُواْ لاَ تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ -٧٠- 


Artinya: “Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab, “Selamat (atas kamu).” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” (69). Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.” (70)


Wujud malaikat tidak akan pernah berubah, tidak bertambah tua atau tidak bertambah muda. Kondisi malaikat sampai detik ini masih tetap sama, seperti ketika diciptakan oleh Allah Swt.


Mengimani semua malaikat

Dari sekian banyak malaikat, hanya sedikit sekali yang namanya disebutkan dalam al-Qur’an atau hadis. Setiap orang yang beriman diwajibkan untuk mengimani seluruh keberadaan malaikat, baik yang keberadaannya disebutkan maupun yang tidak disebutkan dalam alQur’an. Ada malaikat yang disebutkan dalam al-Qur’an atau hadis, orang yang beriman wajib mengimaninya secara rinci, dengan malaikat yang tidak disebutkan namanya, cukup mengimaninya secara umum.


إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ -٩- 


Artinya: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut."


Di antara sekian banyak malaikat, ada sepuluh nama yang dikenal, yaitu sebagai berikut.


Malaiakt Jibril

yaitu malaikat yang mengepalai seluruh malaikat. Nama lain malaikat Jibril adalah Ruhul Amin dan Ruhul Qudus. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul.


Malaikat Mikail

yaitu bertugas membagikan rezeki kepada seluruh makhluk ciptaan Allah Swt.


Malaikat Izrail

yaitu malaikat yang bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk Allah Swt.


Malaikat Israfil

yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saat tiba hari kiamat dan menjelang manusia dibangkitkan dari alam kubur.


Malaikat Raqib

yaitu malaikat yang bertugas mencatat segala ucapan dan perbuatan baik manusia.


Malaikat Atid

yaitu malaikat yang bertugas mencatat segala ucapan dan perbuatan jahat manusia.


Malaikat Munkar dan Nakir

malaikat yang bertugas mengadili manusia di alam barzakh. Kedua malaikat tersebut menanyakan segala sepak terjang si mayat selama hidup di dunia.


Malaikat Ridwan

yaitu malaikat yang bertugas menjaga pintu surga tempat manusia menerima imbalan dari ketaatan dan ketaqwaannya pada Allah Swt.


Malaikat Malik

yaitu malaikat yang bertugas menjaga pintu neraka tempat manusia menerima imbalan dari kedurhakaannya pada Allah Swt.


Mengimani sifat-sifat malaikat

Malaika adalah salah satu ciptaan Allah SWT yang gaib, yaitu tidak bisa dijangkau oleh indera manusia dari semua sisi. Perihal sifat-sifatnya, malaikat merupakan hamba-Nya yang mulia, firman Allah Swt.


"Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan." (Q.S. al-Anbiya/21: 26)


Dikatakan mulia, karena senantiasa tunduk dan patuh pada Allah Swt., taat pada apa yang diperintahkan-Nya, tak pernah durhaka sekalipun. Firman Allah Swt.


Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S. at-Tahrim/66: 6)


Juga setiap saat sepanjang waktu para malaikat selalu bersujud dan bertasbih pada Allah Swt.


Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S. az-Zumar/39: 75).


Sifat-sifat lain yang harus diyakini oleh orang yang beriman terkait sifatsifat malaikat adalah bahwa malaikat suci dari sifat-sifat jin dan manusia, seperti hawa nafsu, adanya rasa lapar, tidak makan dan minum, merasakan sakit, dan tidak tidur.


Mengimani tugas-tugas malaikat

Tugas-tugas yang diemban oleh para malaikat, menurut al-Qur’an, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Membawa kebaikan dan menyebarkan rahmat dari Allah Swt.
  2. Menyampaikan wahyu kepara para nabi dan rasul
  3. Meneguhkan hati para nabi dan kaum mukmin
  4. Mendatangkan azab bagi umat yang zalim dan mengingkari ayat-ayatNya
  5. Menolong manusia dengan memintakan ampun kepada Allah Swt.
  6. Mencatat segala perbuatan manusia
  7. Membantu meningkatkan rohaniah manusia, baik di dunia maupun akhirat