9 Tempat Terpencil untuk Melarikan Diri dari Kehidupan Modern

12.09.00
Jika kamu menginginkan pengalaman yang jauh dari modernitas yang membuat stres di abad 21 ini, maka berkemaslah dari sekarang untuk menuju ke beberapa tempat paling terpencil di Bumi. Tapi tunggu dulu, Jangan berharap untuk sampai ke sana dengan pesawat: Kamu harus siap selama berhari-hari berlayar melintasi lautan, mendaki pegunungan tinggi, atau menyebrangi sungai yang dalam. Dan jangan berharap kalian bisa menemukan supermarket, Wi-Fi, atau bahkan mata uang di sana.

Berikut ini beberapa tujuan paling terpencil sehingga kamu dapat memiliki petualanganmu sendiri.

1. Pulau Palmerston

Pulau palmerston
Photo Credit

Pulau Palmerston adalah sebuah atol karang di tengah Kepulauan Cook di Pasifik, ditemukan oleh Kapten James Cook. Dia menamainya dengan Henry Temple, Viscount Palmerston kedua.

Penghuni pertama pulau ini adalah William Marsters, Dia berasal dari Gloucestershire, dan 3 istri Polinesianya, yang tiba pada tahun 1863. Semua 62 penghuni pulau ini adalah keturunan satu keluarga. Dan pada dasarnya pulau Ini adalah pulau milik keluarga.

Di pulau ini stasiun telepon, listrik dan internet hanya akan dibuka selama 2 jam sehari. Di pulau ini juga Tltidak ada bandara, kapal kargo hanya mengunjungi pulau satu atau dua kali setahun.

Selain itu di pulau ini juga tidak ada toko, tapi tidak apa-apa, toh juga uang tidak digunakan di sini, kecuali dengan dunia luar. Kamu hanya akan menemukan satu jalan, satu gereja, 2 toilet, satu polisi, dan banyak ikan juga kelapa.

2. Saint Helena

Saint helena

Di sinilah Napoleon dipenjara di pengasingan oleh Inggris dan meninggal pada tahun 1821. Pulau vulkanik ini terletak di Samudra Atlantik, 2.500 mil dari Brasil dan 1.210 mil dari Angola.

Pulau ini ditemukan pada 1502 oleh João da Nova, seorang navigator Portugis yang menamai pulau itu dengan Helena dari Konstantinopel. Sejak itu, pulau ini menjadi perhentian bagi kapal-kapal yang berlayar ke Eropa dari Asia dan Afrika Selatan.

Dikatakan juga bahwa bajak laut dan perwira angkatan laut Sir Francis Drake melewati perairan ini dalam pelayarannya ke seluruh dunia.

Sekarang, 4.088 pemukim, tentara, dan keturunan budak menyebut tempat ini sebagai rumah. Dan meskipun pulau itu sangat terpencil, mereka bisa menikmati listrik, internet, bandara baru, dan warisan yang penuh warna.

3. Utqiaġvik di Alaska

Utqiaġvik aurora

Utqiaġvik Juga dikenal sebagai Barrow, kota ini adalah salah satu komunitas paling utara di Bumi dan menampung sekitar 4.335 orang.

Utqiaġvik berarti “tempat untuk mengumpulkan akar liar” dan merupakan tanah yang telah menjadi rumah bagi Iñupiat, sebuah komunitas yang berasal dari Alaska, selama lebih dari 15 abad.

Untuk menuju ke sini, kita bisa naik pesawat, tetapi pastikan untuk membawa banyak syal dan jaket tebal, karena musim dingin selalu ada di sini. Suhu paling hangat disini hanya mencapai 0° C dan pada hari yang dingin suhu bisa turun hingga -17 °C (sebagian besar terjadi di pertengahan Februari).

4. Supai Village di Arizona

Supai Village
Photo credit Flickr User cjsett

Terletak di kedalaman Havasu Canyon (dekat Grand Canyon), Desa Supay adalah ibu kota dari Reservasi Indian Havasupai, populasinya sekitar 208.

Jika kamu ingin sampai di sana, bersiaplah untuk perjalanan panjang. Tidak ada jalan yang mengarah ke Supay, hanya helikopter dan jalan sejauh 12,8 km yang dapat kamu lakukan dengan berjalan kaki atau dengan bagal.

Sangat sulit untuk tiba di desa ini sehingga Departemen Pertanian A.S. telah menandainya sebagai salah satu komunitas paling terpencil. Tapi perjalanan yang jauh tadi sepadan dengan apa yang akan kalian temui disana, ada tempat paling tenang di dunia.

Orang-orang Havasupay hidup dari pertanian irigasi, berburu, dan air terjun alami yang memberi mereka air bersih. Desa ini juga memiliki cara untuk tetap terhubung dengan dunia luar, yaitu mendapatkan surat melalui bagal. 😓

5. Pulau Pitcairn

Pulau pitcairn

Pulau ini terletak antara Peru dan Selandia Baru dan tetangga terdekatnya adalah Kepulauan Pascua, 1.900 km ke timur, dan Mangareva, sebuah pulau kecil Polinesia Prancis, 490 km ke barat laut.

Ini adalah yurisdiksi yang paling sedikit penduduknya di dunia. Hanya 50 orang yang menyebut Pitcairn sebagai rumah dan kebanyakan dari mereka berasal dari sekelompok pemberontak dan istri Tahiti mereka, memberi mereka masa lalu yang seperti bajak laut.

Penduduknya hidup dari pariwisata, pertanian, dan madu dari lebah, yang menurut rumor, madu di sini menjadi favorit Ratu Elizabeth.

Karena ancaman kepunahan, pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk menarik migran, tetapi upaya mereka gagal. Jadi kalau kalian mencari tempat paling terisolasi, ya pulau ini jawabannya.

6. Siwa Oasis

Siwa Oasis

Permata tersembunyi ini telah diisolasi selama berabad-abad di tengah Gurun Barat Mesir. Tempat ini terletak di bawah permukaan laut, 50 km dari perbatasan Libya dan sekitar 560 km dari Kairo.

Untuk sampai di sana, kamu harus naik bus semalam atau menyewa mobil. Karena saking terpencilnya, penduduk asli telah mampu melestarikan budaya Berber dan bahasa Siwan mereka, menjadikannya budaya yang hampir tak tersentuh oleh waktu.

Dan tentu, kamu tidak akan mendapatkan sinyal telepon di sini, tapi siapa yang butuh sinyal ketika kamu dapat menghabiskan hari dengan mengagumi kebun sawit, berendam di mata air mineral Kolam Cleopatra, dan mengunjungi Oracle of Ammon, sambil makan kurma dan zaitun yang ditanam secara lokal.

7. Tristan Da Cunha

Tristan da cunha

Tristan Da Cunha adalah pulau utama dari kepulauan paling berpenghuni di planet ini. terletak di Atlantik dan memiliki populasi hanya 247 orang.

Isolasi dimulai sebelum sampai ke Tristan. Disini Tidak ada bandara dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah perjalanan 6 hari dengan kapal yang berangkat dari Afrika Selatan.

Penjelajah Portugis Tristão da Cunha pertama kali merekam pulau itu pada tahun 1506 dan menamainya dengan namanya sendiri, tetapi pada tahun 1860, Britania Raya menganeksasi pulau-pulau itu sebagai wilayah mereka.

Penduduk disini tidak memiliki listrik, tetapi mereka bisa menikmati teater, kafe, dan toko kelontong. Kota ini terletak di tepi gunung berapi yang terakhir kali meletus pada tahun 1961.

8. Santa Cruz del Islote, Colombia

Santa Cruz del Islote, Colombia

Ini adalah pulau buatan di lepas pantai Kolombia dan pulau terpadat di dunia. Ada antara 900 dan 1.200 orang yang hidup di pulau yang luasnya hanya sekitar 2 kali ukuran lapangan sepak bola.

Kamu tidak akan merasa kesepian di sini, tetapi kamu pasti akan dipaksa untuk menghabiskan waktu jauh dari kenyamanan modern. Tidak ada air minum dan tidak ada limbah yang menghasilkan sampah dan polusi yang tersebar.

Namun, penduduk menyadari hal ini dan sedang mengerjakan program daur ulang dan perawatan lingkungan. Mereka sudah menggunakan panel surya untuk memiliki akses listrik, jadi mereka sedang dalam perlembangan.

Kamu akan menikmati pulau bebas kriminal ini. Tidak ada polisi karena orang saling mempercayai sepenuhnya. Rasa kebersamaan mereka sekuat yang mereka bisa.

Jika kami ingin datang ke sini, kamu harus bergegas. Karena Santa Cruz del Islote diperkirakan akan tenggelam pada akhirnya, karena naiknya permukaan laut.

9. Changtang, Tibet

Changtang Tibet

Bisa menjadi sangat tenang di sini, orang menyebutnya "Atap Dunia," karena letaknya lebih dari 15.000 kaki di atas permukaan laut, menjadikannya tempat tertinggi di Dataran Tinggi Tibet.

Changtang adalah rumah bagi Changpa, suku nomaden yang hidup dari ternak mereka. Lingkungan disana terlalu kasar untuk melakukan pertanian, tetapi mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui perdagangan kecil.

Mereka menukar barang-barang hewani seperti keju, susu, dan kasmir yang belum diolah untuk biji-bijian, pot, pisau, dan produk modern dan barang bermanfaat lainnya.

Satwa liar di sini luar biasa, di sana ada beruang coklat, macan tutul salju, kiang (keledai liar), dan yak liar yang menjadi simbol Tibet. Inilah sebabnya mengapa hewan tersebut dilindungi di Cagar Alam Changtang.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.