Unik! Batu Berbentuk Daging Dan Kubis

12.38.00

Jika kalian lihat potongan daging panggang yang menggiurkan ini rasanya enak sekali jika dimakan, namun potongan tersebut sebenarnya adalah sebuah batu, tepatnya batu permata yang diukir dengan cerdas dan diwarnai menyerupai sepotong daging yang lezat oleh seniman dinasti Qing yang namanya tidak dikenal di Taiwan. abad ke-19. Dikenal sebagai "batu berbentuk daging," dengan tinggi dua inci, telah menjadi milik Museum Istana Nasional di Taiwan selama dua ratus tahun terakhir.

Apa yang membuat karya seni ini begitu istimewa adalah, karena batu itu secara alami terlihat seperti sepotong daging, dengan lapisan-lapisannya dibentuk dengan komposisi warna yang berbeda. Pengrajin yang membuat ini mengambil sumber daya alam yang kaya dari batu dan mengukirnya dengan sangat teliti, bahkan saking detailnya pori-pori dan kerutan kulit ikut di bentuk persis sperti daging asli.

Batu berbentuk daging
Image Credit: Amusing Planet

Batu berbentuk daging lezat itu mengingatkan 'Babi Dongpo', atau perut babi yang direbus, yang ditemukan oleh penyair dan seniman Tiongkok abad ke-11, Su Dongpo. Legenda mengatakan bahwa Su Dongpo pernah membuat daging babi rebus, saat itu teman lamamya datang berkunjung dan menantangnya bermain permainan catur Cina.

Sambil bermain, Su benar-benar lupa sup yang ia masak, pada akhirnya sup tersebut menjadi sangat kental, sehingga secara tidak sengaja menciptakan resep masakan baru kala itu, yang dikenal Babi Dongpo. Babi Dongpo sekarang menjadi makanan lezat di Cina. Cina adalah produsen dan konsumen daging babi terbesar di dunia, terhitung lebih dari setengah konsumsi daging babi global. Daging babi sangat penting dalam masakan Cina sehingga pemerintah menyimpan ratusan ribu ton daging babi beku, untuk selanjutnya dikirim ke pasar selama masa paceklik atau selama liburan.

Selain batu berbentuk daging di Pameran terkenal Museum Istana Nasional, ada juga Kubit Giok, batu yang telah diukir menjadi bentuk sayuran kol Cina. Bahkan ada dua serangga yang merangkak di antara dedaunan. Kubis diukir dari sepotong jadeite dengan memanfaatkan warna alami setengah putih, setengah hijau.

Batu berbentuk kubis
Image Credit: Amusing Planet

Dalam seni Cina, batu giok digunakan dalam berbagai macam seni perhiasan, ukiran figur dan jenis patung lainnya. Salah satu alasan penting mengapa benda-benda giok berukir itu masih sangat dihargai, adalah karena orang Cina percaya bahwa batu giok mewakili kemurnian, keindahan, umur panjang, dan bahkan keabadian. Selain itu, para pemahat batu giok menghargai batu itu karena warnanya yang gemerlap dan tembus cahaya.

Ukiran batu giok ke dalam kubis menjadi populer di dinasti Qing pertengahan dan akhir (1644 hingga 1912), meskipun tema yang terkait kubis dan serangga masih ada yang lebih tua, dan dapat dilihat kembali di lukisan serangga dan tanaman profesional dari Yuan, awal dinasti Ming (abad 13-15).

Kubis Jadeite awalnya ditampilkan di Istana Yong-he Kota Terlarang, yang merupakan kediaman permaisuri Kaisar Guangxu, Nyonya Jin. Karena alasan ini, beberapa orang menduga bahwa bagian ini adalah hadiah mahar untuk Permaisuri. putihnya kubis disimpulkan untuk menandakan kesucian pengantin wanita, sementara belalang dan katydid di ujung daun melambangkan kesuburan.

You Might Also Like

0 komentar